Showing posts with label film thailand. Show all posts
Showing posts with label film thailand. Show all posts

Saturday, January 21, 2012

review - seasons change




Title : Seasons Change (Thai : เพราะอากาศเปลี่ยนแปลงบ่อย / Phror arkad plian plang bo)
Genre : Romance
Year : 2006
Director :Nithiwat Tharatorn
Language : Thailand

I know it's crazy but i want to at least try.
I know it will be difficult for me to achieve something special.
But I want to try at least once.
I know we are too different both, i know how far you are to be reached.
Everyone think it's impossible.
But I was  ordered by LOVE to climb that height once in my life that I meet you
No matter what comes up, at least try
Want to live than have to risk, I don't want you to be just my imagination.
I don't care how tough it is or even how much i have to try.
It's better than let you go away from me.
I fell in love with you, please understand me.

SINOPSIS ::
Pom sempat mengalami dilema antara mengikuti keinginan ayahnya agar dia bersekolah di bidang farmasi atau masuk ke bidang yang sama dengan Dao, orang yang membuat dia jatuh cinta, dengan terjun ke bidang musik. Hal itu juga sebenarnya didorong oleh kecintaan Pom dalam bermain drum set. Akhirnya dengan modal nekat dia pun memutuskan masuk ke jurusan musik, dan kedua orang tuanya tidak mengetahui bahwa dia masuk jurusan musik. Kedua orangtuanya mengira Pom masuk ke jurusan farmasi.

Masalah muncul ketika ternyata anak perempuan teman ayahnya yang seorang dokter yaitu Aom ternyata masuk ke jurusan yang sama dengannya yaitu jurusan musik. Dan ketika terdapat pertemuan orang tua, Pom yang mati-matian menghindar agar tidak bertemu dengan ayahnya itu ternyata malah bertemu dengannya *dan dengan adegan yang sumpah akan bikin anda ketawa.
Pom pun meminta Aom agar Aom mau membujuk ayahnya agar tidak mengatakan pada ayah Pom bahwa Pom masuk ke jurusan musik.

Wednesday, October 5, 2011

review - suck seed




Tittle       : Suck Seed
Genre     : Comedies, Romance
Country  : Thailand
Release   : 15/04/2011
Pemain : Jirayu La-ongmanee, Patchara Jirathiwat, Thawat Pornrattanaprasert, Natcha Nualjam
Sutradara : Chayanop Boonprakob












Just like ourselves. Never do a right thing. Hurt. Always lost.
Nobody care of. Have to stay with pain.Fail to court.
Always the last one. Always doing shit. Damn Shit. So suck!
Nevermind we'll walk forward. There has a hope waiting
Maybe born to be a loser, but not born to be weak
A little bit, have to get a little bit
Even if it still suck, life is suck, then we will suck together
The life needed to try a bit, it maybe good for a bit
Even we suck, life so suck. If it suck we'll suck together
Suckseed, Suckseed, Suckseed!!!!!


Oke, teenage sweet movie comes from Thailand again XD.. I don't know, but this movie just inspire me a lot..!!! Tapi bukan dari ceritanya, melainkan lebih kepada cara pengemasan film ini.. Movie ini kayaknya cocok banget ditonton ama adek saya yang masih remaja hahahaha... Masalahnya antara penting-ga penting gitulah, bener-bener berasa masalah remaja banget :D
Movie Thailand kali ini masih bercerita tentang kehidupan remaja yang tentunya tidak ketinggalan dengan bumbu cinta, persahabatan dan mengejar mimpi... :D

sinopsis ::

Ped adalah seorang anak laki-laki yang sangat culun, saking kupernya dia tidak bisa menyanyikan sebuah lagu pun sewaktu pelajaran menyanyi karena dia memang tidak pernah tahu satu jenis lagu pun. Sewaktu disuruh menyanyi di depan oleh gurunya, Ped dibantu oleh Earn, gadis kecil cantik yang mempunyai pengetahuan banyak tentang musik. Keluarga Earn memang mempunyai usaha toko kaset sehingga tak heran jika dia mendengarkan banyak lagu dan begitu menyukai musik sampai-sampai bercita-cita untuk menjadi seorang musisi. Ped sangat terpesona dengan kepiawaian Earn ketika menyanyi di depan kelas dan tanpa sadar telah jatuh cinta pada Earn (cinta monyet :D)
Ped memiliki sahabat sejak kecil bernama Khung yang merupakan anak kembar, kembaran Khung bernama Kae. Khung juga berambisi ingin menjadi seorang musisi sedari kecil dan sangat hobi membawa gitarnya kemana-mana.
Earn kemudian meminjami Ped kaset salah satu lagu kesukaannya dengan harapan agar Ped bisa menyanyikan lagu yang dia nyanyikan sewaktu menyanyi di depan kelas. Ketika tahu bahwa Earn ternyata akan pindah ke Bangkok. Ped pun berusaha mencoba untuk menyanyikan dan memainkan lagu itu dengan gitar pinjaman dari Khung. Hasil nyanyiannya dia rekam di kaset untuk diberikan pada Ern. Sayangnya ketika hendak mengembalikan kaset tersebut, waktu sudah terlalu malam sehingga toko kaset Earn sudah ditutup dan akhirnya Ped nekat menelepon ke rumah Earn. Ayah Earn lah yang mengangkat telepon dan karena Ped takut pada suara ayah Earn, Ped mengaku bahwa dia adalah Khung pada ayah Earn.
Esok harinya ketika Ped ingin mengembalikan kaset tersebar gosip bahwa Khung menyukai Earn karena insiden telepon malam-malam yang sebenernya dilakukan oleh Ped. Earn pun sangat marah pada Khung. Ped yang terlalu takut untuk mengakui kejadian yang sebenarnya pun akhirnya tidak jadi mengembalikan kaset pinjaman kepada Earn.
Ped remaja dan Ped kecil... mirip banget >,<
Ketika beranjak remaja, Kae, saudara kembar Khung lebih sukses bermain musik. Sedangkan Khung malah masih dalam tahap pencarian jati diri dengan mencoba ini itu. Hingga tiba-tiba Earn kembali bersekolah bersama mereka. Kemudian tiba-tiba Khung pun ingin kembali bermain musik. Pada awalnya mereka membentuk band hanya bertiga yaitu Khung, Ped dan X. X adalah salah satu pemain basket yang mereka rekrut untuk menjadi pemain drum. Sedangkan Khung sendiri memegang gitar dan merangkap sebagai vokal dan Ped sendiri bermain bass. Ketika Khung tahu bahwa Earn ternyata lihai bermain gitar, maka Khung pun merekrut Earn. Band mereka kemudian mengikuti perlombaan penghargaan band tingkat sekolah karena Khung telah kelepasan saking emosinya terhadap band saudara kembarnya Kae yang lebih diperhatikan oleh sekolah. Dan sejak saat itu dimulailah latihan band mereka di studio kecil yan mereka buat sendiri di rumah X dan mereka mulai disibukkan dengan menulis lirik lagu tanpa kata 'cinta' karena lagu yang mereka tulis tersebut akan dimainkan ketika acara perlombaan.

Ped tetap menyimpan cinta terpendamnya terhadap Earn dan sudah berniat mengubur cintanya ketika Khung berkata jujur bahwa dia menyukai Earn. Malahan Khung yang juga mulai menyukai Earn tersebut berani menyatakan cintanya terlebih dahulu. Ketika Earn menolak Khung, ternyata kejadian yang sama juga dialami X. Hatinya hancur berantakan ketika keduluan memberikan kado panda lucu pada gadis idamannya Som. Dalam nuansa patah hati, ketiga pemuda itu pun pergi ke Bangkok naik kereta. Setelah perjalanan dari Bangkok tersebut mereka mempunyai resolusi sendiri-sendiri dan berniat untuk mengejar mimpi mereka untuk menang dalam penghargaan band tingkat sekolah yang finalnya akan diselenggarakan di Bangkok. 

Band Kae juga mengalami konflik internal. Salah satu gitaris merangkap vokalisnya dipecat, dan akhirnya Kae merekrut Earn sebagai penggantinya. Khung semakin marah dan semangat membentuk band sendiri. Dari alasan itulah timbul ide tentang nama band yang yang semula bernama 'Khung and Friends' menjadi 'Suck Seed' dengan tema lagu yang tidak lagi mengangkat tentang cinta namun lebih kepada persahabatan. Dengan filosofi bahwa walaupun semuanya menyebalkan, tetapi mereka tetap akan menjadi sukses. Earn sendiri ternyata juga menyukai Ped. Setelah dipancing-pancing, mereka pun menjalin hubungan diam-diam.
Nama 'Suck Seed' timbul dari filosofi luar biasanya si Khung :D

Wednesday, March 9, 2011

review - a crazy little thing called love

Title: First Love (A Crazy Little Thing Called Love)
AKA: Sing Lek Lek Thee Riak Wa ΓΓ鼪 Ruk
Year : 2010
Genre: Romance / Comedy
Director : Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon and Wasin Pokpong
Country: Thailand
Audio: Thai
Subtitle: none
Starring : Mario Maurer, Pimchanok Luewisedpaiboon, Tukkie

Kayaknya emang udah jadi hal yang sangat wajar dan mendarah daging kalau cowok cakep itu pasangannya musti cewek cantik yang putih nan tinggi *well, mungkin agar termasuk kategori couple yang serasi, seimbang dan indah dilihat :)
Tetapi, ketika kita menginjak usia remaja, usia saat kita mengenal 'rasa suka' ataupun 'rasa simpati yang mungkin terlalu mendalam' kepada seseorang yang berbeda jenis dengan kita, otomatis tidak dapat dipungkiri bahwa kadang kita tidak dapat membendung perasaan itu dan kadang kita menjadi terjebak ke dalam khayalan-khayalan indah yang entah apakah itu bisa menjadi kenyataan atau tidak.

Hal itupun dirasakan oleh Nam, seorang gadis yang sedang menginjak usia remaja dan mengalami puber, dimana saat itu dia jatuh cinta pada Shone, salah seorang seniornya di sekolah (and well, that senior is her first love). Tetapi ada satu hal yang membuat Nam tidak merasa percaya diri ketika mendekati Shone.
Menurut dirinya sendiri, penampilannya sangat payah : wajah yang standar, kulit yang tidak putih, gigi yang berkawat, dandanan yang terlalu cupu, keberadaannya yang tidak populer dan seabrek kekurangan lainnya. Dan itu sangat berbanding terbalik dengan Shone yang cakep, berkulit putih, populer, smart, jago maen bola, baik hati dan tidak sombong :p

Disinilah awal dari semua cerita, agar Shone berpaling pada Nam dan menyadari keberadaanya, Nam dengan dibantu teman teman terbaiknya berusaha untuk merubah penampilannya habis-habisan. Dan bukan cuma penampilannya saja, namun Nam juga berusaha untuk mengikuti klub tari yang menurut dia bisa membuat dia agak populer. Tapi sayangnya, dia tidak bisa masuk dalam klub tersebut. Dan kemudian oleh guru Bahasa Inggrisnya, dia dan teman-temannya direkrut untuk menjadi bagian dari klub teater, dan Nam mendapat kesempatan untuk menjadi peran utama dalam pergelaran Snow White and The Seven Dwarfs (perlu diingat bahwa peran utama disini adalah Snow White, bukan ibu tirinya :D)

Peran Snow White ternyata membuat Nam menjadi lumayan poluler di sekolah, kemudian kepopulerannya berlanjut dengan kesuksesan Nam ketika menggantikan mayoret marching band sekolah yang sedang cedera (karena hal yang sangat tidak masuk akal) dan juga kesuksesannya dalam meraih rangking 1 (yang ini sebenernya karena ayahnya, ayahnya berjanji kalau Nam dapat rangking 1, maka ayahnya akan mengirimkan tiket untuk pergi ke Amerika mengunjungi ayah Nam yang membuka usaha di Amerika)

Ketika Nam terkenal dan sudah menjadi cantik, dia berharap agar Shone menjadi tertarik padanya, namun sayangnya orang yang mengungkapkan perasaan kepada Nam bukanlah Shone, melainkan Top, sahabat Shone sejak kecil.
Memang, Nam tidak menjawab secara jelas perasaan Top, tapi hubungan mereka dekat dan hal itu terjadi karena mungkin Nam berpikir akan lebih mudah dekat dengan Shone jika dia dekat dengan Top.
Namun, hal itu malah semakin lama semakin menumbuhkan kesalahpahaman antara Top dan Nam, karena Top yang menganggap kebisuan Nam adalah menjadi sebuah pernyataan kalau Nam mau menjadi pacarnya. Kemudian akhirnya Nam dengan secara jelas mengatakan bahwa dia tidak menyukai Top karena dia telah menyukai orang lain. Nam yang sedang sedih, berusaha mendekati teman-teman akrabnya yang dahulu yang agak menjauhi Nam, karena merasa Nam sudah berbeda dengan mereka, dan well friendship is beautiful, Nam yang memang tulus sayang pada teman-temannya tersebut akhirnya diterima kembali oleh teman-temannya.
Kemudian di lain pihak Top telah memaksa Shone untuk membuat kesepakatan agar Shone tidak berhubungan dengan Nam, karena dia merasa aneh jika gadis yang disukainya berpacaran dengan sahabatnya.