Thursday, April 5, 2012

review - zenkai girl

Title: 全開ガール
Title (romaji): Zenkai Girl
Tagline: 金なし、学なし、イケメンの星?そんな男、問題外でしょ?
Tagline (romaji): Kane nashi, Gaku nashi, Ikemen no Hoshi? Sonna Otoko, Mondai Gai desho?
Tagline (English): No money, no education, a star of good-looking guys? A guy like that is out of the question, right?
Format: Renzoku
Genre: Romantic comedy
Episodes: 11
Viewership rating: 12.3%
Broadcast network: Fuji TV
Broadcast period: 2011-Jul-11 to 2011-Sep-19
Air time: Monday 21:00
Theme song: Ai ga Aru by Every Little Thing
Ending song: Tsubusa ni Koi by Kanjani8 

"Love is all about the timing. With just a little luck we can pass each other by :) "



SINOPSIS ::
Zenkai Girl menceritakan seorang pengacara muda bernama Ayukawa Wakaba. Karena keinginannya menjadi pengacara internasional, Ayukawa Wakaba tumbuh menjadi seorang gadis yang penuh dengan ambisi. Hal itu sebenarnya didasari akan kejadian yang dialaminya dan ayahnya sewaktu kecil. Sewaktu Ayukawa Wakaba kecil dulu, ayahnya yang baik hati sering ditipu temannya ketika berbisnis, dan hal itulah menyebabkan Wakaba kecil mulai belajar mengenai hukum agar dapat melindungi ayahnya yang saat itu terus-terusan didatangi oleh penagih hutang.


Wakaba belajar sangat giat sampai akhirnya dia diterima bekerja pada perusahaan hukum internasional. Namun sayangnya, sebelum memulai debutnya menjadi pengacara ternyata perusahaan tempatnya bekerja memutuskan tidak membuka cabang di Jepang dan hal itu secara tidak langsung membuat Wakaba kehilangan pekerjaan. Hal itu tidak membuat Wakaba kehilangan akal. Wakaba langsung mencari perusahaan hukum lain yang mau menerimanya bekerja. Akhirnya, dia diterima bekerja di salah satu perusahaan hukum terkenal di Jepang yaitu Samejima Sakuragawa Law Firm. Namun hal itu sempat membuatnya kecewa karena tugas pertama yang diberikannya adalah untuk mengasuh putri atasannya yang berusia 5 tahun yaitu Hinata. Ayukawa yang membenci anak kecil, terpaksa harus menjaga puteri kesayangan atasannya yang centil dan manja.Walaupun hanya diberi tugas untuk mengasuh Hinata saja, Wakaba tetap bersikeras mendapatkan tugas di perusahaannya walaupun hanya sekedar bantu-bantu atau mengerjakan tugas yang sangat berat. Hal itu dilakukannya agar Wakaba segera mendapat pengakuan dari atasannya dan mendapat segera mendapat kasus. Di tempat kerjanya yang baru itupun Wakaba menemukan sosok ideal yang selama ini dicarinya, sosok lelaki yang ambisius dan mempunyai tujuan hidup yang sama dengannya.

Suatu hari ketika dia menjemput Hinata sepulang dari sekolah, Wakaba bertemu dengan Yamada Sota. Yamada Sota yang kebetulan mempunyai anak yang bersekolah di TK yang sama dengan Hinata sedang menjemput putranya, Pitaro. Sota adalah laki-laki tanpa pendidikan tinggi, kekayaan, jabatan maupun ambisi dan tujuan masa hidup. Sota adalah seseorang yang mengingatkannya pada ayahnya, seseorang yang tidak masuk akal baginya dan seseorang yang sama sekali bukan tipe ideal Wakaba. Sota berperan sebagai single parent untuk Pitaro setelah ditinggalkan oleh istrinya. Walaupun sebenarnya Pitaro bukan anak kandungnya, Sota tetap membesarkan anak itu. Dan kemudian, tidak sesuai dengan keinginannya pada awalnya, Wakaba pun terjebak dalan rutinitas mengasuh anak-anak TK bersama Sota dan orang tua murid lainnya. Walaupun Wakaba kelelahan akan tugasnya baik ketika mengasuh Hinata dan juga menyelesaikan tugasnya di perusahaan, sedikit demi sedikit Wakaba menyadari hal yang terpenting baginya dan hidupnya. This story is about work, relationship and love. Enjoy it! 

"Don't you think it's important to face things head on without running away?"

CAST ::
Aragaki Yui as Ayukawa Wakaba
Nishikido Ryo as Yamada Shota
Yakushimaru Hiroko as Sakuragawa Shoko
Hirayama Hiroyuki as Shindo Kyoichi
Renbutsu Misako as Shioda Soyoko
Aoyama Noriko as Kujo Mika
Sato Jiro as Sakota Morice
Takeuchi Riki as Hanamura Jin
Kaito Aiko as Hanamura Urara
Tani Kanon as Sakuragawa Hinata
Takagi Serai as Yamada Emitaro
Iguchi Koko as Hayashi Kobato
Aoki Keito as Chabo Junior
Kuroda Hiroyuki as Nishino Teppei 
Yui Aragaki, beautiful isn't she?
Nishikido Ryo :)

KOMENTAR ::
Awalny saya agak bosan waktu nonton dorama ini hehehehe :p .. oh tolooooong hal yang tidak membuat saya bosan hanya keberadaan anak-anak lucuuuu ituuu!!! *sumpah itu anak-anak kecil pengen gue bawa pulaaaaaaaang! Apalagi si Hinata wkwkwk >____<

Akting Nishikado Ryo dan Aragaki Yui sebenarnya gak usah diragukan lagi, tapi ketika melihat setiap episode dari dorama itu menceritakan bagaimana ‘hubungan yang seharusnya tidak ada’ bisa tiba-tiba terjadi dan melihat bagaimana si Sota sering nangis dengan alasan yang seharusnya tidak boleh membuat seorang laki-laki menangis membuat saya kadang ingin melemparkan keyboard ke monitor... Kayaknya yang bikin script pengen saya ikutan nangis-nangis dan meraung-raung besama Nishikado Ryo. Well, Nishikado Ryo emang keren pas crying scene-nya alias akting nangisnya, BUT MEEEEE??!! Crying for something non sense?!! It’s a BIG no!!!!! Dan well, untungnya film yang harus saya tonton masih sangat banyak sehingga saya terpaksa urungkan  niat untuk melempar keyboard ke layar monitor. Seriusan! Hahaha :p

Yang saya dapat dari film ini adalah bagaimana cara mereka mengatasi masalah harga diri mereka masing-masing. Mereka belajar saling mencintai. Wakaba belajar mencintai Sota dan menghargai hal yang terpenting dalam hidupnya sedangkan Sota belajar lebih menghargai dirinya sendiri dan menemukan hal yang harus dilakukan dalam hidupnya.
Ok, live is unpredictable, but to test where the love will going and hurt somebody else??!! Huhhh!!! Life!!!! *keingetan cewek cantik yang tiba2 keliatan merana di mata saya (lirik Soyoko) =____=
Saya tahu sih dalam hidup pasti ada yang terluka dan melukai, masalahnya, kenapa harus butuh waktu yang cukup lama untuk melukai seseoraaaang?? Well, terus terang saya benci film tentang cinta dimana peran utama baru menyadari kalo dia mencintai seseorang di bagian akhir-akhir episode, lambat,  cengeng banget, dan tidak bisa membuat saya tersentuh, oh thank you =_=
Dan terus terang saya agak merasa terganggu dengan chemistry mereka sampai menit-menit terakhir *well, kebersamaan mereka juga baru diliatin pas menit-menit terakhir sih #huuu!! Hell yeah....!!!

Sebenarnya dorama ini bagus kok, yah dengan mengabaikan komentar saya sebelumnya sih hehehe :P. Apalagi keberadaan anak-anak kecil lucu itu, Hinata dan Pitaro. Mereka mebuat dorama ini lebih berwarna dan menyenangkan untuk dilihat XD. Walaupun awalnya saya gak tega ngeliat Hinata yang masih kecil tapi bersikap dewasa, tapi ternyata hal itulah yang mebuat saya tertarik pada sosok Hinata. Akting Hinata dan Pitaro juga tidak bisa diagukan lagi, saya malah lebih bisa melihat chemistry mereka berdua. Dan dalam dorama ini, malah lebih diperlihatkan mereka lebih dewasa dari orang dewasa yang ada dalam dorama ini melalui kejujuran mereka. Dan yang lebih menyedihkan lagi, Hinata lah yang membuat Wakaba menyadari perasaannya pada Sota setelah Hinata memberikan beberapa pertanyaan dan pernyataan pada Wakaba *oh man!!!! >,<






Anyway, by the way, Tani Kanon, yang jadi Hinata LUCU BANGET!!! Kalo punya anak kayak Tani Kanon pengen saya dandan2in biar gak kalah ama anak Victoria Beckham hihihihihihihihi *sini sini sini Hinata, maen sama akuuuuuu hahahahahaha....






7 comments:

  1. bujut, kayaknya seru ..
    ini film korea kan ye, apa Jepang,
    jepang kali ya*jawabsendiri
    ada bajakannya gak ya .. ?
    hehe
    anaknya lucu banget dah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa, kamu ini nanya tapi jawab sendiri hahaha..
      ada mungkin bajakannya, iya lucu banget anaknya kayak saya hahahaha ;)

      Delete
  2. lucu tuh yg anak kecil, bisa jadi saingan'y afika..haha

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete